mine, infra, daur, dewatering, hidrologi, konsep, water, teknologi


Printer 3 Dimensi

MINE INFRA

a. Dewatering


Daur Hidrologi

Daur hidrologi atau siklus air terjadi mulai dari air hujan yang meresap ke tanah maupun menuju ke laut lalu kemudian menguap menjadi awan hujan. Dari daur hidrologi, kita dapat mengetahui siklus air yang ada di darat, laut dan udara.

Air yang berada di laut mengalami evaporasi (penguapan), kemudian terkumpul menjadi awan dan terbawa ke darat. Awan yang berisi uap air dapat menimbulkan hujan. Hujan turun, sebagian mengalir ke laut, sebagian meresap ke tanah.

Dalam aktivitas penambangan, air yang berada di dalam tambang yaitu air hujan, air tanah, dan run off
Hujan
Hujan adalah presipitasi dalam bentuk cair yang terbentuk dari hasil penguapan air yang berada di darat/di laut yang kemudian terkumpul menjadi awan dan turun menjadi hujan.

Hujan diukur dalam satuan mm, yang artinya tinggi kolom air dalam mm persatu meter persegi.

Analogi :

Bila kita mempunyai kotak berukuran 1 m², yang dikatakan curah hujan 1 mm itu adalah kondisi ketika tinggi air didalam kotak, setinggi 1 mm atau bila dituang akan ada sebanyak 1 L.
Kejadian hujan dihitung dari sejak terjadi hujan sampai berakhirnya hujan tanpa diakhiri oleh kejadian hujan lain. Lamanya waktu hujan disebut durasi hujan.
Volume air hujan yang masuk ke tambang dapat diukur dengan menggunakan alat pengukur curah hujan. Intensitas hujan adalah jumlah curah hujan dalam wilayah tertentu yang dinyatakan dalam curah hujan per satuan waktu (mm/jam).

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penempatan alat ukur hujan, antara lain :
  1. Tempat terbuka
  2. Bebas dari pengaruh gedung dan pohon, menurut standar WMO (World Meteorologi Organization) d > 4h dimana d = jarak terdekat alat ukur dengan gedung / pohon, h = tinggi gedung / pohon.
  3. Dihindarkan dari angin kencang dan arus naik
Run Off

Saat terjadi hujan, air akan mengalir diatas permukaan tanah dan sebagian melalui paritan. Air yang mengalir diatas permukaan, ada yang meresap kedalam tanah dan sisanya langsung mengalir (limpasan). Aliran permukaan ini yang disebut run off.

Koefisien run off sangat dipengaruhi oleh jenis material atau media yang dilewatinya, termasuk kemiringan tanah (grade).

Air Tanah

Yang disebut dengan air tanah yaitu air yang keluar melalui sela-sela struktur batuan ditambang, atau sering disebut drain hole. Air tanah merupakan salah satu sumber air yang masuk ke dalam sump.
Konsep Water Balance 
Air merupakan musuh utama pada operasional penambangan karena dapat menurunkan stabilitas tanah. Maka diperlukan pengelolaan air tambang secara tepat, agar tercipta kondisi yang aman.
Jumlah air yang masuk kedalam tambang harus sama dengan jumlah air yang dikeluarkan, itu yang disebut water balance.
Perhitungan Air Masuk Tambang 
Dalam dunia pertambangan, kita juga sering mendengar istilah catchment area (tangkapan air). Yang dimaksud dengan catchment area adalah suatu area/daerah tangkapan hujan dimana batas wilayah tangkapannya ditentukan dari titik elevasi tertinggi sehingga debit hujan yang tertangkap akan terkonsentrasi pada elevasi terendah catchment.
Sesuai dengan konsep hidrologi, air yang masuk kedalam tambang antara lain air hujan (termasuk Run Off) dan air tanah (Drain Hole).

Perhitungan volume air yang masuk dapat dirumuskan dengan Metode Rasional berikut :
Q = C x I x A
dimana,
Q = Volume air (m3)
C = Koefisien run off
I = Intensitas Hujan (mm)
A = Catchment Area (daerah tangkapan air)

Google Ping | Ping Blog Search | Add Url | Google Master | Bing Master | Site Value | Seo Jerman | Riset Keyword | Keyword Planner